ANALISIS PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL PADA IDXQ30 METODE SAFETY FIRST CRITERION
Keywords
IDX Quality 30, Investasi, Portofolio Optimal, Safety First CriterionAbstract
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat studi kasus, yang dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada Indeks Saham IDXQ30. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pilihan pada beberapa saham yang efisien dalam bentuk protofolio optimal untuk Indeks Saham IDXQ30 dengan menggunakan metode SAFETY FIRST CRITERION pada periode mulai diluncurkan (tahun 2020) sampai dengan tahun 2024. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah Safety First Criterion. Perhitungan risiko saham bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat potensi kerugian, yang memungkinkan investor untuk mengambil keputusan investasi yang selaras dengan toleransi risiko mereka, Hasil resiko saham terpilih dimana BBCA sebesar 0.45761 sedangkan BMRI sebesar 0.59464. 3. Nilai saham kriteria Roy dimana BBCA terpilih dengan nilai saham sebesar 0.0428 sedangkan BMRI sebesar 0.325, nilai saham kriteria Kataoka dimana BMRI terpilih dengan nilai sebesar -0.7523 (α = 0, 1) dan -0.9775 (α = 0, 05) sedangkan BBCA dengan nilai sebesar -0.5862 (α = 0, 1) dan -0.7616 (α = 0, 05) serta nilai saham kriteria Telser didapat nilai saham dengan saham yang terpilih BMRI terpilih dengan nilai sebesar 0.0209 (α = 0, 1) dan 0.0211 (α = 0, 05) sedangkan BBCA dengan nilai sebesar 0.0205 (α = 0, 1) dan 0.0207 (α = 0, 05)
References
[1] N. P. Nuraini, W. Simatupang, and S. Dasman, “Analisis Risiko Investasi Saham Melalui Diversifikasi Portofolio Secara Domestik Dan Internasiaonal,” Margin J. Lentera Manag. Keuang., vol. 2, no. 01, pp. 37–44, 2024, doi: 10.59422/margin.v2i01.259.
[2] Admin, “BEI Luncurkan Indeks Saham Baru IDX Quality30 pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.” Accessed: Jul. 15, 2025. [Online]. Available: https://terkininews.com/2020/07/24/BEI-Luncurkan-Indeks-Saham-Baru-IDX-Quality30-pada-Masa-Adaptasi-Kebiasaan-Baru.html#:~:text=JAKARTA – Bursa Efek Indonesia %28BEI%29 meluncurkan indeks,indeks ini sudah dilakukan sejak akhir Juni lalu.
[3] D. R. Amalia, E. Sulistianingsih, and N. Imro’ah, “Analisis Pembentukan Portofolio Optimal pada Indeks Saham LQ-45 dengan Metode Safety First Criterion,” Jambura J. Math., vol. 6, no. 2, pp. 140–146, 2024, doi: 10.37905/jjom.v6i2.24438.
[4] E. Tandelilin, Pasar Modal Manajemen Portofolio dan Investasi, Elektronik. Yogyakarta: PT Kanisius, 2017.
[5] S. J. L. Frank K. Reilly, Keith C. Brown, Investment Analysis and Portfolio Management, Edisi 11. South-Western College Pub: Cengage Learning, 2018.
[6] F. J. Fabozzi, The Hand Book Of Financial Instruments. Hoboken, New Jersey: John Wiley and Sons, Inc, 2018.
[7] C. P. J. Gerald R. Jensen, Investment, Analysis and Management, Fourteenth. John Wiley & Sons, 2019.
[8] J. C. V. dan J. M. W. jr Horne, Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan, Edisi Kese. Jakarta: Penerbit Salemba Empat, 2012.
[9] S. Husnan, Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Jogyakarta: Penerbit UPP STIM YKPN, 2015.
[10] R. C. M. Zvi Bodie, Finance. New Jersey: Prentice Hall, 1998.
[11] H. . Jogiyanto, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 8. Yogyakarta: Penerbit BPFE, 2014.
[12] H. HAKMI, K. DHARMAWAN, and R. S. WIDIASTUTI, “Penerapan Metode Safety First Criterion Pada Seleksi Saham Untuk Pembentukan Portofolio Optimal,” E-Jurnal Mat., vol. 12, no. 2, p. 100, 2023, doi: 10.24843/mtk.2023.v12.i02.p406.
[13] Sugiono, METODE PENELITIAN KUANTITATIF, KUALITATIF, DAN R&D, Cetakan ke. Bandung: CV Alfabeta, 2017.
[14] Steve Edwards, “Is Your Portfolio Too Concentrated?,” Morgan Stanley Wealth Management. Accessed: Jul. 10, 2025. [Online]. Available: https://www.morganstanley.com/articles/diversify-risks-concentrated-positions#:~:text=It can be risky when,and vulnerability to steep drawdowns.









