MENEMBUS BATAS GREEN HOSPITAL: REKAYASA PROSES OPERASIONAL MIKRO DAN STRATEGI SUBSTITUSI EFISIENSI ENERGI NON-SURYA BERBASIS STANDAR GRI PADA RUMAH SAKIT PESISIR URBAN
Keywords
Green Hospital, Efisiensi Energi Non-Surya, Banjir Rob, Limbah Medis, Standar GRI, Keselamatan PasienAbstract
Mewujudkan Green Hospital di kawasan pesisir urban sering kali terbentur kendala struktural yang ekstrem, mulai dari keterbatasan lahan fisik, ancaman banjir rob berkala, hingga tingginya nilai investasi instalasi panel surya yang tidak mencapai skala keekonomian daya akibat shading effect infrastruktur pelabuhan. Artikel ini menganalisis bagaimana PT RS Pelabuhan menerapkan strategi substitusi melalui rekayasa proses operasional mikro untuk mengamankan kepatuhan Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diukur menggunakan standar Global Reporting Initiative (GRI). Fokus kajian diletakkan pada optimalisasi efisiensi energi di sisi permintaan (demand-side energy), tata kelola presisi limbah cair dan limbah padat medis di zona banjir, serta mitigasi risiko dampaknya terhadap Keselamatan Pasien (Patient Safety). Melalui metode tinjauan literatur sistematis dan analisis studi kasus klinis, penelitian ini membuktikan bahwa transparansi performa ESG berbasis standar GRI mampu menurunkan biaya operasional (OpEx), menekan angka infeksi nosokomial (Healthcare-Associated Infections), dan mengamankan ketahanan keuangan jangka panjang melalui pembiayaan hijau terikat (Sustainability-Linked Loans).
References
[1] Baber, R. (2021). Healthcare and Climate Change: Analyzing the Global Carbon Footprint of Medical Operations. Environmental Health Perspectives, 129(4), 112-125.
[2] Freeman, R. E. (1984). Strategic Management: A Stakeholder Approach. Boston: Pitman.
[3] Global Reporting Initiative. (2021). GRI Standards: Universal Standards and Topic Standards. Amsterdam: GRI Global.
[4] Karlsson, C. H., & Öhman, P. (2023). ESG Reporting in the Healthcare Sector: A Study on Materiality and Transparency Using GRI Framework. Journal of Business Ethics, 184(2), 415-432.
[5] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Ramah Lingkungan (Green Hospital) di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI.
[6] MacNeill, A. J., et al. (2021). The Environmental Sustainability of Health Care: An Essential Component of Quality. The Lancet Planetary Health, 5(9), e569-e570.
[7] World Health Organization. (2020). Guidance for Climate Resilient and Environmentally Sustainable Health Care Facilities. Geneva: WHO Press.Tables









