HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DIABETES MELLITUS PADA PASIEN PROLANIS
Keywords
Diabetes Mellitus, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum ObatAbstract
Diabetes melitus adalah keadaan kronis yang terjadi karena adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah karena pankreas di tubuhnya tidak mampu menggunakan insulin yang dihasilkannya. Diabetes Mellitus tidak dapat disembuhkan tetapi glukosa darah penderita dapat diturunkan dan dikontrol melalui penatalaksanaan yang baik dengan lima pilar penatalaksanaan diabetes mellitus meliputi edukasi, diit makanan, pengobatan secara farmakologi, aktifitas fisik, dan kontrol gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat diabetes mellitus pada pasien prolanis di UPTD Puskesmas Karangkobar Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 48 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Spearmank’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dukungan keluarga pada responden berada pada tingkat disfungsional sedang sebanyak 43 (89,6%) responden. Sebagian besar tingkat kepatuhan minum obat berada pada kategori sedang sebanyak 33 (68,8%) responden. Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat diabetes mellitus pada pasien prolanis di UPTD Puskesmas Karangkobar Banjarnegara dengan nilai signifikansi 0,012 < 0,05.
References
[1] R. Williams et al., IDF Atlas 9th Edition 2019. 2019.
[2] T. P. S. D. PPNI, Standar Diagnosis Keperawatan indonesia. Jakarta : persatuan erawat nasional indonesia (PPNI), 2017.
[3] E. S. Loghmani, “Nutrition therapy for overweight children and adolescents with type 2 diabetes.,” Curr. Diab. Rep., vol. 5, no. 5, pp. 385–390, Oct. 2018, doi: 10.1007/s11892-005-0098-9.
[4] N. P. Adimuntja, “Determinan Aktivitas Self-Care Pada Pasien Dm Tipe 2 Di Rsud Labuang Baji,” J. Heal. Sci. Gorontalo J. Heal. Sci. Community, vol. 4, no. 1, pp. 8–17, 2020, doi: 10.35971/gojhes.v4i1.4483.
[5] I. N. Safitri, “Kepatuhan Penderita Diabetes Mellitus Tipe Ii Ditinjau Dari Locus Of Control,” 2013.
[6] S. K. N. Harnilawati, Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Pustaka As Salam, 2013.
[7] N. Rasdianah, S. Martodiharjo, T. M. Andayani, and L. N. Hakim, “Gambaran Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Daerah Istimewa Yogyakarta,” Indones. J. Clin. Pharm., vol. 5, pp. 249–257, 2016.
[8] T. Yulianti and L. Anggraini, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Diabetes Mellitus Rawat Jalan di RSUD Sukoharjo,” Pharmacon J. Farm. Indones., vol. 17, pp. 110–120, Dec. 2020, doi: 10.23917/pharmacon.v17i2.12261.
[9] N. Kamaryati and P. Malathum, “Family Support: A Concept Analysis,” pp. 403–411, 2020.
[10] R. Mirza, “Memaksimalkan Dukungan Keluarga Guna Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus,” J. JUMANTIK, vol. 2, no. 2, pp. 12–30, 2017.
[11] R. Al-Kahfi, A. Palimbo, and Marlina, “Pengaruh Efikasi Diri dan Dukungan Keluarga terhadap Pencegahan Kaki Diabetik Pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin,” Din. Kesehat., vol. 7, no. 2, pp. 332–346, 2016.
[12] Kemenkes RI, Profil kesehatan Indonesa 2019. 2019.
[13] W. H. Organization, “World Health Statistic 2019,” World Heal. Stat., vol. 3, no. 1, pp. 18–23, 2019.
[14] N. W. Sari, M. Margiyati, and A. Rahmanti, “PeningkatanSelf-Management Lansia dengan Diabetes Mellitus Melalui Self-Help Group (SHG),” J. Ilm. Kesehat., vol. 12, no. 2, 2021, doi: 10.48144/jiks.v12i2.181.
[15] R. Arania, T. Triwahyuni, F. Esfandiari, and F. Nugraha, “Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, Dan Tingkat Pendidikan Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah,” J. Med. Malahayati, vol. 5, pp. 146–153, Oct. 2021, doi: 10.33024/jmm.v5i3.4200.
[16] Y. K. Pratama, M. A. Yuswar, and F. Nugraha, “Gambaran Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Menggunakan Instrumen DQLCTQ Studi Kasus : Puskesmas X Kota Pontianak,” Indones. J. Pharm. Educ., vol. 3, no. 3, pp. 2775–3670, 2023, doi: 10.37311/ijpe.v3i3.19362.
[17] S. Damayanti, “Senam Diabetes Mellitus Dengan Kadar Gula Darah, Kadar Kolesterol Dan Tekanan Darah Pada Klien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Kelompok Persadia RS Jogja,” J. Med. Respati, vol. 10, no. April, pp. 76–88, 2021.
[18] M. Zainuddin, W. Utomo, and Herlina, “Hubungan Stres dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2,” J. Online Mhs. Progr. Stud. Ilmu Keperawatan Univ. Riau, vol. 2, no. 1, pp. 890–898, 2015.
[19] S. Oktowaty, E. P. Setiawati, and N. Arisanti, “Hubungan Fungsi Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Kronis Degeneratif di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama,” J. Sist. Kesehat., vol. 4, no. 1, pp. 1–6, 2018, doi: 10.24198/jsk.v4i1.19180.
[20] D.-J. Li, Y.-P. Chang, Y.-L. Chen, and C.-F. Yen, “The Impact of Emotional Symptoms and Family Support on the Association Between Homophobic Bullying and Sedative/Hypnotic Use among Gay and Bisexual Men in Taiwan: A Moderated Mediation Model.,” Int. J. Environ. Res. Public Health, vol. 17, no. 11, May 2020, doi: 10.3390/ijerph17113870.
[21] H. K. Siregar and S. W. Siregar, “Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Diabetes Mellitus di RSUD Sawah Besar Jakarta Tahun 2022,” ASJN (Aisyiyah Surakarta J. Nursing), vol. 3, no. 2, pp. 83–88, 2022.
[22] F. Tunjungsari, Isbandiyah, and Farajihan, “Pengaruh APGAR Family Terhadap Quality of Life Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2,” CoMPHI J. Community Med. Public Heal. Indones. J., vol. 1, no. 1, pp. 22–28, 2020, doi: 10.37148/comphijournal.v1i1.5.
[23] E. Nazriati, D. Pratiwi, and T. Restuastuti, “Pengetahuan pasien diabetes melitus tipe 2 dan hubungannya dengan kepatuhan minum obat di Puskesmas Mandau Kabupaten Bengkalis,” Maj. Kedokt. Andalas, vol. 41, no. 2, pp. 59–68, 2018.
[24] R. Anggraeni, “Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Dm Di Poli Penyakit Dalam Rsud. R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi,” J. Heal. Soc., vol. 11, no. 1, 2022.
[25] Henny Kaseger, Hairil Akbar, and Suci Rahayu Ningsih, “Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kapatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Tungoi,” Media Publ. Promosi Kesehat. Indones., vol. 6, no. 2, pp. 348–352, 2023, doi: 10.56338/mppki.v6i2.3023.
[26] H. W. dan R. H. Rika Damayanti, “Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Muara Wis,” Pros. Semin. Kesehat. Perintis, no. 3, pp. 125–132, 2021.
[27] T. Eltrikanawati and M. Tampubolon, “Hubungan Pola Makan Dan Pola Aktifitas Fisik Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2,” J. Ilm. Keperawatan Imelda, vol. 6, no. 2, pp. 171–177, 2020.









